google918a0c52108bf1a3.html Lanang Pening

24 Mar 2012

Perjuangan Joko widodo menuju DKI


Siapa tidak mengenal
Joko Widodo alias Jokowi? Walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bakti 2005-2015 tersebut sedang naik daun belakangan ini.

Nama Jokowi mulai dikenal masyarakat setelah berhasil menata 5.817 pedagang kaki lima di Solo tanpa menimbulkan kerusuhan.

Dengan pendekatannya yang merakyat, Jokowi mampu mematahkan mitos yang mengatakan bahwa merelokasi PKL pasti menyebabkan bentrokan antara aparat Satuan Polisi Pamong Praja dengan para pedagang.


Jokowi mengakui proses pendekatan kepada pedagang agar direlokasi tidaklah mudah.

Dia harus menjalin komunikasi berbulan-bulan dengan perwakilan pedagang hingga akhirnya mereka bersedia pindah ke tempat baru, Pasar Klithikan.

Di bidang kesehatan, Jokowi meluncurkan program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS).

Dengan program tersebut, setiap warga Solo di luar pemegang Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Miskin (Askeskin), Askes, dan asuransi kesehatan lain bisa mendapat kartu PKMS dan memperoleh layanan kesehatan dengan biaya dari APBD.

Walikota yang juga dulunya sebagai pengusaha meubel tersebut dikenal sebagai pemimpin yang memihak "wong cilik".

Hal tersebut dibuktikan lewat kebijakannya untuk memberdayakan pasar tradisional dan membatasi pembangunan mal di Solo.

Geliat Jokowi tidak berhenti di situ saja. Masih segar di ingatan, pada beberapa bulan kemarin, Jokowi sempat membuat heboh dengan mengusung mobil produksi lokal Kiat Esemka sebagai mobil dinasnya di Solo walaupun pada akhirnya tidak lolos uji emisi di Tangerang.

Tingkah "Wong Solo" yang disambut baik masyarakat tersebut tak ayal menjadi inspirasi bagi sejumlah tokoh nasional untuk ikut-ikutan "eksis" mendukung bakal calon mobil nasional tersebut.

Karena dianggap sebagai pemimpin yang bisa membawa perubahan dan peduli terhadap kehidupan masyarakat Solo, Jokowi, pada Oktober 2010, memperoleh Bung Hatta Award 2010 bersama bersama Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.

Keduanya dipilih berdasarkan penilaian terhadap faktor komitmen, integritas, kepemimpinan, dan dampak dari berbagai reformasi birokrasi khususnya dalam bidang pelayanan publik yang telah mereka lakukan.

Maju DKI-1
Bermodal pengalamannya dalam menata Kota Solo, baru-baru ini, pria berperawakan kurus "klimis" tersebut akhirnya bersedia mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur DKI 2012 bersama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai bakal calon wakil gubernurnya dengan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sebagai tokoh yang datang dari daerah untuk maju di "sirkus demokrasi" DKI pada 11 Juli mendatang, tantangan yang tidak "enteng" hadir di depan pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 tersebut.

Namun, dengan membawa panji-panji keberhasilannya di kala memimpin Surakarta, Insyinyur lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 itu cukup percaya diri untuk mengemban tugas dari partainya dalam pencalonan diri di bursa gubernur DKI 2012.

"Pokoknya, Bsmilahirahmannirahim, kami berdua yang muda-muda ini ingin membawa perubahan, ingin melakukan terobosan-terobosan. Ingin melakukan gerakan-gerakan perubahan di Jakarta ini. Kami tidak ingin semuanya berjalan monoton, berjalan seperti rutinitas, kami akan melakukan perubahan," kata Joko Widodo setelah mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur DKI di Kantor KPU DKI, Jakarta, Senin (19/3).

Sebenarnya, Jokowi tidak ingin mencalonkan dalam bursa calon gubernur DKI setelah menjabat di periode dua kepemimpinannya di Solo.

Walikota Solo, yang juga berprofesi sebagai pengusaha meubel rumah dan taman tersebut, ingin kembali ke keluarganya setelah itu.

Namun, belum habis masa kepemimpinannya di Solo, datang tugas baru dari partainya untuk mencalonkan diri di Pilgub DKI 2012.

Untungnya, Istri Jokowi, Iriana mendukung langkah suami tercintanya untuk maju sebagai kandidat calon gubernur DKI mendatang.

"Meski demikian saya ingatkan juga, kalau sudah siap maju artinya juga siap menang dan siap kalah.... Ya kita dukung dengan doa. Saya sebagai istri siap mendampingi dan menghadapi tantangan apa pun," kata Iriana.

Pencalonan Jokowi pun menimbulkan kecemasan tersendiri bagi istrinya.

Dia khawatir berat badan suaminya yang berperawakan kurus tersebut akan terus merosot selama masa kampanye yang dipastikan akan menguras tenaga dan pikiran.

Oleh karenanya, Iriana menyatakan siap boyongan ke Jakarta untuk mendampingi suami selama masa kampanye Pilgub DKI 2012.

Iriana juga akan membuatkan jamu untuk sang suami setiap pagi untuk menjaga stamina dan kesehatannya.

"Setiap pagi saya bikinkan ramuan jamu dari kacang hijau, temulawak dan jahe. Saya juga selalu mengingatkan suaminya agar tidak lupa makan agar kesehatannya tetap terjaga", kata Iriana.

Dukungan untuk Jokowi juga datang tidak sebatas dari simpatisan partai yang dikenal sebagai partainya "wong cilik", namun juga datang dari Partai Bintang Reformasi (PBR) DKI Jakarta.

"PBR mendukung Jokowi karena sudah terbukti berhasil memajukan Kota Solo hingga seperti sekarang. Jokowi merupakan sosok yang tegas, kreatif serta mau mendengar dan melayani rakyatnya," ujar Ketua DPW PBR DI Jakarta H Fathi R Shidiq.

Kota Solo yang semula kumuh dan semrawut berhasil ditata menjadi indah dan aman.

Kesejahteraan rakyat Solo juga tumbuh pesat karena semua potensi ekonomi rakyat mampu dikembangkan sehingga tidak tergilas pemodal besar seperti pemilik mal dan supermarket, kata Fathi.

Fathi menilai Jakarta sebagai ibukota negara, pusat pemerintahan dan pusat kegiatan ekonomi nasional, memerlukan figur pemimpin yang sudah teruji mampu menyelesaikan masalah perkotaan secara tegas, transparan dan memiliki komitmen kuat untuk mengedepankan kepentingan masyarakat luas secara manusiawi.

"Mari kita ucapkan selamat tinggal kepada pemimpin yang tidak pro-rakyat dan cuma mengandalkan pencitraan serta 'money politics' untuk membodohi rakyat. Selanjutnya, mari kita sambut dan dukung pemimpin seperti Jokowi untuk kemajuan rakyat dan akan menjadi inspirasi serta contoh bagi para pemimpin Indonesia lainnya," kata Fathi.

Kuda Hitam?
Sebelumnya, Jokowi sempat digadang-gadang oleh PDI-P untuk dipasangkan sebagai wakil dari Gubernur "incumbent" Fauzi Bowo untuk bursa Pilgub DKI 2012 mendatang.

Namun, Jokowi menolak kebijakan partainya jika dirinya hanya dicalonkan sebagai bakal calon wakil gubernur.

PDI-P kemudian mencalonkan Adang Ruchiatna sebagai bakal calon wakil gubernur untuk Fauzi Bowo menggantikan Jokowi.

Menjelang akhir pendaftaran bakal calon di Komisi Pemilihan Umum DKI, koalisi yang dihimpun PDI-P dan Partai Demokrat akhirnya pecah.

PDI-P bersama Partai Gerindra kemudian mengusung pasangan Jokowi-Ahok untuk maju dalam Pilgub 2012.

"Kehadiran Jokowi-Ahok telah membuat komunikasi politik yang sudah dibangun jauh-jauh hari menjadi berantakan. Pasangan tersebut juga sangat populer sehingga partai besar di kota ini seperti Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera takut dan kemudian mengambil langkah terburu-buru," kata Pengamat Politik Universitas Diponegoro, Ari Junaedi.

Partai-partai besar lainnya, seperti Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang terkesan "tergesa-gesa" karena kader-kader mereka baru siap menjelang akhir batas pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI.

Partai Demokrat baru menentukan Nachrowi Ramli sebagai calon wakil Fauzi Bowo pada hari terakhir pendaftaran bakal calon.

Sedangkan, PKS yang merupakan partai terbesar kedua di Jakarta berdasarkan pemilu sebelumnya, juga membuat kejutan dengan mengajukan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini di menit-menit terakhir batas akhir pendaftaran, meskipun sebelumnya dikabarkan akan mengusung Triwisaksana.

Walaupun tidak kalah populer dengan kandidat calon yang diusung oleh partai-partai besar tersebut, rekam jejak Jokowi dan Ahok saat memimpin Kota Solo dan Kabupaten Belitung Timur dipandang bisa menjadi alat kampanye yang cukup efektif untuk meraup suara di Jakarta.

Untuk pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dari Partai Demokrat, Ari berkomentar bahwa peluangnya akan sulit karena kepemimpinan Fauzi Bowo selama lima tahun terakhir dinilai tidak banyak menghasilkan perubahan untuk Jakarta yang lebih baik.

Di sisi lain, reputasi bakal calon gubernur dari Partai Golongan Karya, Alex Noerdin sebagai gubernur Sematera Selatan yang sukses menyelenggarakan ASEAN Games (SEA Games), juga sedikit tercoreng karena kasus korupsi Wisma Atlet yang juga merupakan bagian dari SEA Games meskipun Alex belum terbukti terlibat.

Sedangkan untuk kedua pasang bakal calon dari jalur independen, Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria walaupun dipandang mempunyai kompetensi untuk memimpin Jakarta, namun dirasa sulit untuk memenangi pemilu apabila tidak memiliki mesin partai politik.

Oleh karena itu, bukan tidak mungkin pasangan Jokowi-Ahok menjadi penantang yang tidak akan disepelekan bagi gubernur incumbent Fauzi Bowo dan pasangannya,Nachrowi Ramli, maupun pasangan bakal calon yang lain karena PDI-P dan Partai Gerindra mempunyai suara yang cukup besar di Jakarta.

Isu rasisme
Memang tidak ada peraturan yang menyebutkan bahwa calon gubernur dan wakil gubernur DKI harus berasal dari Jakarta.

Namun, isu rasisme sempat menyebar di atmosfer Pilgub DKI 2012 kali ini.

Sindiran datang dari sejumlah pihak yang memang berkepentingan dalam Pilgub DKI mendatang. Mereka mengatakan bahwa orang yang berasal dari daerah tidak mempunyai tempat untuk memimpin Jakarta.

Bahkan serangan bagi calon dari daerah tidak tanggung-tanggung membawa isu rasisme yang mengatakan bahwa warga Jakarta tidak rela kotanya "diacak-acak" oleh orang dari luar Jakarta yang dianggap tidak mengenal Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut.

Menanggapi serangan yang datang, Jokowi dengan enteng mengatakan kepada media, "Kita ini NKRI, Jakarta itu miliki semua lho, semua masyarakat Indonesia. Enggak perlu lagi bicara soal golongan, etnis, agama atau apapun lainnya".

Tanggapan sportif justru datang dari bakal calon gubernur DKI dari PKS Hidayat Nur Wahid.

"Saya yakin, Jokowi maupun Alex Noerdin tidak ingin mengobok-obok Jakarta. Keberhasilan mereka memimpin di Solo dan Belitung Selatan, tak mustahil dibawa ke Jakarta," kata mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat-RI tersebut.

Jakarta, sebagai Ibukota Negara, mempunyai populasi sekitar 10 juta penduduk dan dihuni oleh masyarakat multi-etnis dan multi-religi.

Berdasarkan sensus tahun 2012, sekitar 35,16 persen penduduk Jakarta adalah etnis Jawa, sedangkan 27,65 persen merupakan etnis Betawi. Sementara itu, etnis Tionghoa (5,53 persen) merupakan etnis terbanyak ke-tiga di Jakarta.

Jakarta juga menjadi ceruk bagi sejumlah etnis dari luar Jawa seperti Batak, Minang, Ambon, Melayu dan lain-lain sehingga menjadikan wilayah yang dahulu bernama Sunda Kelapa ini menjadi sangat majemuk.

Hal yang paling krusial bagi Jakarta saat ini mungkin adalah penanganan isu-isu teknis yang secara tidak langsung berdampak kepada masalah sosial di wilayah seluas 661,52 km persegi tersebut.

Ketika masyarakat Jakarta tidak lagi merasakan kehadiran pemimpin yang berhasil dalam mengatasi masalah-masalah seperti banjir, kemacetan, dan polusi udara di Ibukota, tidak tertutup kemungkinan bagi mereka untuk kemudian mencari pemimpin yang notabene memiliki rekam jejak bagus dalam pengalaman memimpin daerah.

Dibarengi dengan keuntungan pencitraan yang tanpa cela dalam pesta demokrasi warga Jakarta yang akan digelar 11 Juli mendatang.

Proses pemilihan pemimpin DKI masa depan di Pilgub DKI 2012 pun akan diramaikan oleh sejumlah calon dari daerah dan juga multi etnis yang salah satu dari mereka akan menjadi "rekan seperjuangan" warga Jakarta dalam lima tahun ke depan.

Pada akhirnya, masalah utama bagi pembangunan Jakarta adalah bukan siapa dan darimana asal orang yang akan bisa membangun Jakarta, tapi bagaimana mereka akan membawa Daerah Khusus Ibukota lebih baik ke depan dengan mewujudkan visi dan misi mereka.

.

23 Mar 2012

Cara dan trik menghilangkan Epilepsi


Yuyun yang sedang "menjolok" buah jambu di halaman rumah tiba-tiba terjatuh, tubuhnya kejang-kejang lalu tidak sadarkan diri dan dari mulutnya keluar air liur berbusa. Dokter yang dipanggil dan memeriksanya menyebutkan, remaja itu terkena serangan Epilepsi.

Serangan epilepsi bisa terjadi kapan saja dan penderitanya sebagian besar anak-anak, namun epilepsi juga bisa muncul di usia dewasa. Menurut dr Hanif Tobing, ahli bedah saraf di FKUI/RSCM, kasus epilepsi pada orang dewasa biasanya terjadi karena infeksi atau trauma di kepala akibat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan memar otak.

Dr Mohamad Saekhu, SpBS, dari Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM Jakarta mengatakan, epilepsi terjadi akibat tidak normalnya aktivitas listrik di otak. Hal ini menyebabkan kejang dan perubahan perilaku dan hilangnya kesadaran. Tanda-tandanya bisa berupa kehilangan kesadaran untuk waktu tertentu, kejang, lidah menjulur, keluar air liur, gemetar atau tiba-tiba black out.

Ada dua jenis epilepsi yang dikenal, yaitu epilepsi umum, berupa hilangnya kesadaran, kejang seluruh tubuh hingga mengeluarkan air liur berbusa dan napas mengorok, serta terjadi kontraksi otot yang mengakibatkan pasien mendadak jatuh atau melemparkan benda yang tengah dipegangnya.

Epilepsi parsial
ditunjukkan oleh rasa kesemutan atau rasa kebal pada satu tempat yang berlangsung beberapa menit atau jam. Bisa juga, rasa seperti bermimpi, daya ingat terganggu, halusinasi, atau kosong pikiran. Seringkali diikuti mengulang-ulang ucapan, melamun, dan berlari-lari tanpa tujuan.

"Epilepsi parsial ini dapat berkembang menjadi epilepsi umum," ujarnya.

"Penyakit ini bisa timbul karena kelainan bentukan otak (kongenital), infeksi penyakit yang menyebabkan radang otak, adanya tumor di otak, step berulang, gangguan metabolisme, serta ada yang tidak diketahui penyebabnya," kata Saekhu.

Menurut ahli penyakit saraf dari Departemen Ilmu Penyakit Saraf UI dr Lyna Soertidewi, SpS(K)M.Epid, kasus epilepsi di Indonesia cukup banyak. Prevalensi rata-rata epilepsi aktif sekitar 8,2 per 1000 penduduk, sementara angka insidensi mencapai 50 per 100 ribu penduduk.

Banyak hal yang bisa menyebabkan anak mengidap epilepsi, katanya, mulai dari saat kehamilan, ketika sang ibu mengalami gangguan seperti infeksi, demam tinggi, atau malnutrisi. Proses persalinan yang bermasalah atau telat bulan juga bisa mengurangi asupan zat asam atau gangguan otak lain, seperti infeksi atau radang selaput otak. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi.

Selain itu, cedera di kepala janin akibat benturan fisik dan tumor, atau pun kelainan pembuluh darah pada otak juga bisa menyebabkan janin berpotensi mengidap epilepsi.

Meski banyak yang mengira epilepsi adalah masalah keturunan, namun menurut Lyna, hanya satu persen dari total penyandang epilepsi yang mendapatkannya akibat genetika.

Menurut dr Hardiono Pusponegoro, Sp.A, dari Divisi Saraf Anak Fakultas Kedokteran UI, sebagian besar kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya. Namun beberapa diantaranya dikarenakan gangguan otak seperti kelainan bawaan, trauma otak, infeksi, hingga kekurangan oksigen saat persalinan.

Seorang anak bisa disebut menderita epilepsi jika ia mengalami kejang spontan dua kali atau lebih tanpa sebab yang jelas. "Kejang ini disebabkan oleh aliran listrik berlebihan di otak yang muncul sebagai kejang,"

Namun ia menjelaskan, pada dasarnya epilepsi tidak menular dan tidak mengganggu kecerdasan anak. "Bila anak kejang lebih dari 15 menit memang bisa merusak otaknya. Namun biasanya kejang epilepsi hanya berlangsung tak lebih dari tiga menit," kata ahli tumbuh kembang ini.

Yang penting diketahui orangtua, epilepsi tidak selalu mengakibatkan kemunduran kecerdasan pada penderita. Anak juga bisa beraktivitas dengan normal seperti anak sehat lainnya asalkan tetap teratur mengonsumsi obat.

Bisa disembuhkan
Epilepsi pada anak-anak dapat disembuhkan dengan menjalani pengobatan rutin yang teratur, selama minimal dua tahun sejak kejang yang muncul terakhir. Penanganan yang benar dan rutin terbukti menaikkan tingkat kesembuhan pasien hingga di atas 80 persen.

Irawan Mangunatmadja dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK-UI/RSCM melihat tingginya angka kejadian epilepsi pada anak, yaitu pada anak usia satu bulan sampai 16 tahun berkisar 40 kasus per 100.000. Penyebab epilepsi itu karena adanya infeksi virus, cedera kepala, gangguan pembuluh darah otak, dan cacat lahir.

"Bayi yang lahir dengan berat di bawah normal juga berisiko terkena gangguan ini," ujar Irawan.

Menurut Ketua Persatuan Penanggulangan Epilepsi Indonesia (Perpei), Lyna Soertidewi, gangguan kejang, perubahan perilaku dan hilangnya kesadaran dapat berlangsung menahun dan manifestasi serangannya berbeda-beda tergantung bagian fungsi otak yang terganggu.

Namun, epilepsi dapat diobati sehingga serangan dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Ini dapat dicapai bila penderita mengikuti petunjuk dokter serta disiplin minum obat yang tujuannya menyeimbangkan kimiawi dalam otak yang memicu gangguan kelistrikannya.

Dr Saekhu menyebutkan, obat-obatan yang diberikan pada pasien epilepsi tidak langsung menyembuhkan epilepsi, tapi hanya bersifat mengendalikan atau menjarangkan serangan, bahkan menghilangkannya.

"Tujuan utama pengobatan Epilepsi adalah bebas kejang."

Seorang penyandang epilepsi, katanya, umumnya memerlukan obat sampai tidak dijumpai lagi serangan dalam jarak waktu tertentu, tergantung dari tipe epilepsi, riwayat epilepsi masa lalu, dan hasil rekaman listrik otak.

Sementara itu tindakan operasi bisa dilakukan jika pengobatan yang diberikan pada pasien tidak mengurangi keluhan epilepsi. "Di RSCM, tindakan operasi bisa dilakukan jika pemeriksaan MRI menunjukkan ada glioma atau jenis tumor jinak," ujar dr.Hanafi. sambil menambahkan bahwa meski sudah dioperasi, pasien epilepsi tetap wajib mengonsumsi obat anti-kejang.

Sekjen Perpei, M Hakim mengingatkan agar penderita epilepsi mewaspadai konsumsi obat-obatan herbal karena berpotensi meningkatkan risiko kekambuhan.

Peringatan ini diperkuat oleh sejumlah peneliti dari Jerman yang menulis dalam Journal of Natural Products, bahwa herbal, terutama yang mengandung ginko biloba, akan memicu timbulnya serangan epilepsi. Mereka meyakini herbal itu memiliki "efek merusak".

Obat herbal ginko biloba yang dibuat dari ekstrak daun pohon ginko biloba banyak dipakai konsumen di negara Eropa untuk menghilangkan berbagai keluhan, mulai dari depresi, meningkatkan daya ingat, sakit kepala, hingga pening.

Dalam risetnya, para peneliti dari University of Bonn, Jerman, memusatkan perhatian pada senyawa kimia dalam ginko biloba yang disebut ginkgotoxin. Berbagai bukti menunjukkan, zat kimia tersebut memicu sinyal kimia dalam tubuh yang terkait dengan serangan epilepsi.

Meski para peneliti tidak bisa membuktikan dengan nyata bahwa obat herbal mungkin meningkatkan risiko kekambuhan, pasien diminta tetap berhati-hati dalam mengonsumsi ginko biloba. Produsen pembuat obat herbal juga disarankan untuk mengurangi kadar toksin dari bahan-bahan herbal

Epilepsi bukanlah penyakit menular atau keturunan. Juga bukan akibat kemasukan roh jahat, kesurupan, diguna-guna, atau bahkan kutukan seperti mitos yang bekembang di masyarakat. Penyakit ini bisa disembuhkan, asalkan pengobatan dilakukan dengan tepat, teratur dan disiplin.
Sumber : AntaraBengkulu

.

Angelina Sondakh Jadi bintang Iklan ANTI korupsi, malah jadi tersangka


Mungkin masih teringat dibenak kita tentang iklan Anti Korupsi dari Partai Demokrat beberapa waktu yang lalu. Disana Angelina Sondakh menjadi salah satu bintang iklannya selain Tere, Ibas, dan Anas Urbaningrum.

Tutup telinga dan katakan tidak!!! begitu kira-kira suara saat Angelina Sondakh berkata Tidak!! dengan menggunakan baju warna biru dan jempol mengacung ke bawah. Iklan dengan durasi 30 detik menegaskan bahwa Angie benar-benar menutup telinga terhadap korupsi

Namun kini pesan iklan tersebut mungkin berubah setelah Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi wisma atlet oleh KPK dengan dijerat pasal berlapis tentang penyuapan. Saat ini Anggie telah dicekal bersama tersangak lainnya yaitu Wayan Koster.

Sungguh ironis sekali negeri ini, semua wakil rakyatnya saling berebut uang dan kekuasaan untuk diri mereka sendiri, tanpa peduli nasib rakyat yang seperti mereka gembar-gemborkan saat masa kampanye dulu. Bahkan seorang wakil rakyat yang juga seorang puteri Indonesia dan bintang iklan anti korupsi telah menjadi tersangka kasus korupsi, sungguh sangat memilukan. Tak heran jika rakyat saat ini mengalami krisis kerpecayaan terhadap pemerintahan.

.

8 Nov 2011

PEDULI PENELITI NEGERI SENDIRI

"Jangan sesali jika akhirnya aku pergi". Itu kira-kira pesan yang sifatnya mengingatkan pemerintah, yang selama ini dinilai kurang peduli terhadap para peneliti yang dimiliki negeri ini.

Besaran gaji para peneliti saat ini, menurut Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Muhammad Said Didu menunjukkan bahwa pemerintah telah mematikan masa depan bangsa, karena dipastikan akan menurunkan daya saing serta mendorong perginya orang-orang pintar ke luar negeri.
Oleh karena itu, PII meminta pemerintah dan DPR memberikan perhatian khusus pada masih rendahnya gaji para peneliti utama dan perekayasa utama yang merupakan jabatan fungsional tertinggi teknolog.
"Tingkat gaji yang sekarang, menunjukkan bahwa kita telah mematikan masa depan bangsa, karena dipastikan akan menurunkan daya saing serta akan mendorong 'brain drain' (perginya orang-orang pintar keluar negeri," kata Ketua Umum PII Muhammad Said Didu di Jakarta, Selasa (25/10).

Mantan Sekretaris Menteri BUMN itu menyebutkan gaji Peneliti Utama dan Perekayasa Utama (jabatan fungsional tertinggi para teknolog) di Indonesia saat ini hanya sekitar lima persen dari gaji profesi yang sama di negara tetangga, dan hanya satu persen dari gaji di negara industri maju.

"Ini menunjukkan bahwa kita telah mematikan masa depan bangsa, karena dipastikan akan menurunkan daya saing serta akan mendorong 'brain drain'," tandasnya.

PII meminta pemerintah dan DPR memberikan perhatian khusus terhadap masalah tersebut, dan mengingatkan semua pihak tidak terjebak pada kepentingan politik jangka pendek dan demi kekuasaan.

"Negara Indonesia harus tetap ada sampai kapan pun dalam keadaan makmur, dan berdaya saing tinggi. Saatnya mengurangi retorika dan melakukan aksi nyata menyelamatkan negara ini dari penurunan daya saing," kata Said Didu.

Menurut dia, peningkatan daya saing dan pengembangan industri di suatu negara selalu dimulai dari hasil rekayasa teknik yang menentukan jenis dan struktur indutri yang akan dikembangkan.

Setelah itu, dicarikan model pembiayaan yang sesuai, yang sering diistilahkan dengan "financial engineering". Selanjutnya, dilakukan perumusan hukum dan kebijakan untuk memberikan perlindungan yang sering diistilahkan dengan "policy engineering".

Untuk mempercepat proses industrialisasi dan peningkatan daya saing, dirancang suatu keputusan politik dan diistilahkan "political engineering".

Hal yang perlu diwaspadai, kata dia, adalah jika proses tersebut berlangsung terbalik, dan dimulai rekayasa politik. "Gejala proses terbalik itu mulai terlihat sejak reformasi tahun 1998," katanya.

Ia menyebutkan saat ini berkembang empat istilah rekayasa, yaitu rekayasa teknik (engineering), rekayasa finansial (financial engineering), rekayasa kebijakan (policy engineering), dan rekayasa politik (political engineering).

Rekayasa teknik, menurut dia berkembang searah dengan kemajuan iptek. "Sedangkan istilah rekayasa lainnya, baru berkembang pesat masing-masing pada era tahun 70-an, 80-an, dan 90-an," kata Said Didu.

Ia juga mengatakan PII merupakan organisasi yang menghimpun para insinyur atau lulusan Fakultas Teknik dan Fakultas Teknik Pertanian di seluruh Indonesia. Anggotanya adalah insinyur warga Negara Indonesia, dan bisa mencakup lulusan universitas dalam dan luar negeri.


Semangat dan manfaat

Apa yang menjadi keprihatinan dan kekhawatiran seperti yang diungkapkan Ketua Umum PII Muhammad Said Didu itu, perlu mendapat perhatian pemerintah.

Terlepas dari kondisi tersebut, tampaknya semangat para peneliti, dan upaya memanfaatkan hasil penelitian mereka, tetap berjalan seiring. Artinya, mereka yang meneliti, terus meneliti, sedangkan pihak-pihak yang memanfaatkan hasil penelitian mereka, terus bekerja keras menerapkannya untuk kepentingan masyarakat.

Salah satunya adalah para peneliti dari Badan Tenaga Nuklir Nasional yang menghasilkan benih puluhan varietas unggul untuk tanaman pangan, kacang-kacangan, dan tanaman industri, yang penyebarannya telah mencapai 23 daerah di seluruh Indonesia.

"Puluhan varietas unggul itu terdiri atas 17 varietas padi, enam kedelai, satu kacang hijau, dan satu kapas," kata Kepala Pusat Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Totti Tjiptosumirat di Yogyakarta, Senin (7/11).

Menurut dia di sela pembukaan lokakarya Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) 2011 bertema "Meraih Keunggulan Melalui Iptek Nuklir", produksi masing-masing varietas unggul khususnya tanaman pangan dan kacang-kacangan itu di atas rata-rata jenis biasa.

Misalnya, produksi varietas unggul padi Bestari dan varietas unggul kedelai Rajabasa yang dihasilkan Batan lebih banyak sekitar 2-3 ton per hektare dibandingkan dengan jenis padi biasa. Hal itu tentunya dapat menguntungkan para petani, karena hasil panen yang diperoleh lebih banyak.

"Saat ini varietas unggul untuk tanaman pangan dan kacang-kacangan itu penanamannya telah mencapai 2,3 juta hektare di seluruh Indonesia. Sebelum ditanam varietas unggul itu telah melalui pengujian berupa kegenjahan (umur), ketahanan terhadap hama, produksi, dan rasa," katanya.

Ia mengatakan hingga kini produk hasil litbang Batan terutama di bidang pertanian telah diterapkan di daerah. Wilayah penyebarannya telah mencapai 23 daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

"Masyarakat menerima hasil litbang Batan tersebut, terbukti dengan terbentuknya sentra-sentra penghasil benih varietas unggul padi dan kedelai seperti di Subang, Lampung, Jambi, Banda Aceh, Gorontalo, Jepara, Blitar, dan Banyuwangi," katanya.

Dengan hasil pencapaian program PHLIN itu, menurut dia petani menjadi lebih mudah untuk memperoleh benih varietas unggul padi dan kedelai yang dihasilkan Batan yang bersertifikasi. Program pemanfaatan teknologi Batan itu dapat dilanjutkan secara mandiri.

Ketua Panitia Lokakarya Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) 2011 Ruslan mengatakan penelitian di bidang iptek nuklir tentu akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Produk hasil penelitian harus terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

"Masukan dari mitra dan pengguna sangat diperluka untuk litbang selanjutnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu komunikasi dalam bentuk pertemuan antara penghasil teknologi dengan penggunanya," katanya.

Berkaitan dengan hal itu, Pusat Diseminasi Iptek Nuklir Batan menyelenggarakan lokakarya PHLIN untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan kegiatan serta mengevaluasi keberhasilan dan hambatan dalam pelaksanaannya.

"Kegiatan yang berlangsung hingga 9 November 2011 itu, diikuti sekitar 100 peserta dari seluruh mitra daerah dan pengguna yang sudah menerapkan produk litbang Batan, calon pengguna baru, pakar, penentu kebijakan, dan wirausahawan," katanya.


Daerah tetap jalan

Penelitian yang dilakukan berbagai lembaga yang ada di daerah, sampai sekarang tetap jalan. Seperti yang dilakukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan mengembangkan dua varietas kacang tanah terbaru, yaitu varietas domba dan kancil di Dusun Jurang Jero, Desa Giripeni, Kabupaten Kulon Progo.

"Pengembangan kacang tanah varietas domba dan kancil dilakukan sejak Juli 2011 pada lahan sawah seluas tiga hektare," kata anggota peneliti BPTP Provinsi DIY Murwati, di Kulon Progo, belum lama ini.

Selain kedua varietas baru tersebut, menurut dia juga ditanam varietas lokal sebagai pembanding.

Ia mengatakan dalam kegiatan itu sekaligus melibatkan kelompok tani secara langsung, sebagai bentuk pemberdayaan.

Murwati mengharapkan dengan dikembangkannya dua varietas baru kacang tanah itu, mampu memberdayakan petani dalam meningkatkan produksi kacang tanah di daerah setempat.

"Dalam kegiatan ini, BPTP juga membina para petani dalam perawatan serta teknologi pemupukan tanaman sejak penanaman benih, hingga siap panen pada usia 90 hari," katanya.

Pembinaan yang dilakukan seperti merekomendasikan pemupukan menggunakan pupuk organik maupun pupuk kimia dengan komposisi tertentu, guna mengetahui tingkat produktivitasnya. "Sebelum dipanen, dilakukan uji ubinan hasil produksi," katanya.

Menurut dia, berdasarkan penelitian hasil ubinan terbukti terjadi peningkatan produksi kacang tanah. "Untuk varietas lokal yang semula hanya menghasilkan satu ton polong basah per hektare, setelah menerapkan rekomendasi teknologi pemupukan, meningkat menjadi dua ton per hektare," katanya.

Sedangkan untuk varietas domba, produksinya mencapai 2,7 ton per hektare, dan varietas kancil 3,4 ton per hektare.

Setelah ini, kata dia, harapannya teknologi budi daya kacang tanah dan vareitas baru itu bisa ditransfer dan diterapkan oleh para petani.

"Secara fisik, kacang tanah varietas domba dan kancil, polong serta bijinya lebih besar dibandingkan dengan varietas lokal. Setiap polong varietas kancil berisi dua biji, sedangkan varietas domba berisi tiga hingga empat biji," katanya.

Sedangkan varietas lokal, menurut dia setiap polong berisi tiga hingga empat biji dengan ukuran lebih kecil.

Penyuluh pertanian dari Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Kulon Progo Endartono menambahkan, saat ini kacang tanah varietas lokal yang ditanam petani setempat baru bisa memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan bahan baku.

Selebihnya, kata dia, harus mendatangkan dari luar daerah seperti Gunungkidul, Muntilan, dan Magelang, dengan harga yang jauh lebih tinggi. "Selisih harganya bisa hampir dua kali lipat. Kalau di sini Rp8 ribu, harga dari luar bisa sampai Rp15 ribu," katanya.


Dari perguruan tinggi

Semangat meneliti kalangan peneliti dari perguruan tinggi juga tidak pernah kendor. Salah satu di antaranya, peneliti dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang berhasil mengembangkan varietas melon melalui persilangan, sehingga diperoleh varietas melon terbaik.
"Gama Melon Basket merupakan varietas melon terbaik yang dihasilkan dari berbagai macam kultivar yang dikembangkan melalui persilangan," kata pengelola Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Budi Daryono di Yogyakarta, awal November ini.

Berdasarkan kode genetikanya, kata dia, Gama Melon Basket (GMB) merupakan persilangan antara varietas TC4 dan F2B5. "Kedua jenis kode indukan itu merupakan perpaduan antara melon lokal dan melon impor," katanya.

Menurut dia usai memanen sekitar 1.500 melon jenis GMB dan Melodi Gama 1 di Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kultivar TC4 itu yang menurunkan warna oranye seperti pada daging ikan salmon.

"GMB lebih unggul dibandingkan dengan melon jenis lain, lebih tahan terhadap penyakit khususnya jamur tepung dan virus, memiliki kandungan betakarotin dan vitamin C yang tinggi, dan rasanya lebih manis," kata Budi.

Koordinator panen melon GMB dan Melodi Gama 1 Taufiqurahman mengatakan panen melon tahun ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya dilakukan pada Juni 2011.

"Bedanya, untuk panen Juni 2011 hasilnya kurang memuaskan karena kondisi tanahnya yang kurang bagus. Akibatnya, berat melon yang dipanen kurang maksimal hanya sekitar 1,5 kilogram. Untuk yang dipanen kali ini melonnya lebih besar karena kondisi tanahnya yang bagus dan iklim yang mendukung," katanya.

Ia mengatakan untuk memanen melon jenis GMB dan Melodi Gama 1 itu dapat dilakukan sebanyak 2-3 kali per tahun. Keunggulan dari jenis melon tersebut antara lain bisa panen lebih cepat dibanding melon biasa. "Melon biasa untuk panen memerlukan waktu sekitar 50-60 hari, sedangkan GMB dan Melodi Gama 1 dapat dipanen dalam waktu 40 hari. Melon GMB yang bentuknya seperti bola basket itu juga memiliki deretan garis seperti yang terdapat pada lambang UGM," katanya.

Selain itu, hasil uji laboratorium juga menunjukkan kandungan betakaroten GMB lebih tinggi dibandingkan dengan jenis melon biasa. Betakaroten bagus untuk kesehatan mata.

"Untuk merawat GMB dan Melodi Gama 1 tidak rumit dan pupuk yang digunakan selama ini hanya NPK. Selain di KP4, melon GMB dan Melodi Gama 1 saat ini juga sedang diuji lokasi di Kediri, Jawa Timur, dan Purwodadi, Jawa Tengah," katanya.
Oleh Masduki Attamami

.

7 Nov 2011

BI Bengkulu musnahkan Rp460 miliar uang lusuh

Bengkulu - Bank Indonesia (BI) Cabang Bengkulu sejak Januari hingga Oktober 2011 sudah memusnahkan sebanyak Rp460,085 miliar uang kertas lusuh untuk meminimalisasi peredaran alat pembayaran yang tidak layak edar lagi.

"Sejak Januari hingga Oktober 2011 kami sudah memusnahkan sebanyak Rp460,085 miliar uang kertas lusuh, rusak dan robek yang tergolong tidak layak edar lagi," kata Pemimpin BI Cabang Bengkulu, Causa Iman Karana, di Bengkulu, Sabtu.
Ia mengatakan, pada Januari 2011 BI Cabang Bengkulu memusnahkan sebanyak Rp55,7 miliar uang tak layak edar, Februari bernilai Rp23,1 miliar dan Maret sebanyak Rp47,5 miliar. Lalu pada April berjumlah Rp20,8 miliar, Mei Rp18,3 miliar dan Juni Rp20,9 miliar.

Kemudian, pada Juli 2011 uang tak layak edar yang dimusnahkan bernilai Rp22,6 miliar, Agustus berjumlah Rp44,6 miliar, September Rp145,3 miliar dan Oktober Rp 60,9 miliar.

"Yang kami racik, yakni uang yang masih berlaku namun tidak layak edar lagi dan uang yang tidak berlaku lagi sehingga harus ditarik dari peredaran," jelasnya.

Program pemusnahan atau peracikan uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia Cabang Bengkulu tersebut bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penyediaan jumlah uang kertas dalam jumlah yang cukup dan kondisinya bagus.

"Peracikan uang kami lakukan setiap dua kali seminggu apabila jumlah uang lusuh maupun yang ditarik dari peredaran sudah mencapai 461.641.000 lembar dengan tujuan agar uang yang beredar di masyarakat selalu dalam keadaan baik," katanya.

Uang lusuh yang terbanyak dimusnahkan adalah jenis pecahan Rp1.000 dan Rp2.000. Setiap pemusnahan uang lusuh jumlah kedua jenis uang pecahan tersebut mencapai 60 persen.

"Uang pecahan Rp1.000 dan Rp2.000 saat dimusnahkan jumlahnya mencapai 60 persen sebab paling banyak digunakan oleh warga dalam transaksi jual beli sehingga daya tahannya pun tidak lama," katanya.

Untuk memusnahkan uang lusuh dan tidak layak edar lagi tersebut, BI menggunakan alat yang didatangkan dari Belanda dan pengerjaannya hanya melibatkan tiga orang petugas serta menggunakan sistem pengamanan melalui kamera pemantau tertutup (Close Circuit Television/CCTV).

Uang yang telah dimusnahkan menggunakan mesin peracik tersebut, menurut dia, berbentuk potongan-potongan kecil yang langsung dicetak berbentuk silinder dan selanjutnya dibakar.

Dalam peracikan uang lusuh tersebut, Causa mengatakan, tidak menemui kendala berarti karena masyarakat semakin meningkat kesadarannya dalam memperlakukan uang.

"Masyarakat dapat menukarkan uang lusuh dan tidak layak lagi ke BI atau mobil kas keliling yang secara reguler hadir di setiap daerah untuk menarik uang dari masyarakat yang dipandang perlu untuk diracik," ujarnya.

Untuk meminimalkan banyaknya uang lusuh yang beredar di masyarakat ia mengharapkan agar mereka dapat merawat uang kertas dengan tidak melipat, meremas, mencoret dan sebagainya sehingga menyebabkan alat pembayaran tersebut menjadi menjadi tidak baik lagi keadaannya.

.
COPYRIGHT MUSRIADI (LANANG PENING)