Bengkulu, 3/4 (ANTARA) - Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 37 Tahun 2010 tentang Perubahan mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak semuanya berjalan dengan baik.
sebanyak 117 sekolah dasar dan 37 sekolah menengah pertama di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, baru menerima pembagian dana subsidi pendidikan dari pemerintah pusat itu pada 15 Maret 2011.
Manejer sekaligus Ketua tim BOS Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Mukomuko Subroto di Mukomuko, mengatakan, keterlambatan pencairan dana itu bukan faktor keterlambatan pengiriman dari Kementerian Keuangan.
Tetapi, dengan mekanisme baru itu, Satket BOS baru menerima SK sebagai penanggung jawab dana BOS pusat itu baru keluar pada akhir Februari.
Karena, SK Satuan Kerja BOS pada 2010 telah berakhir, sehingga baru diperpanjang pada akhir Februari, dan pada awal Maret proses penyusunan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) langsung diproses."Dana itu sudah masuk dalam kas daerah pada Januari 2011, karena SK tahun lalu sudah habis, sehingga Satker tidak punya kewenangan untuk memproses dana BOS, setelah SK ditandatangi kepala daerah, baru bisa bisa dilakukan diproses," ujarnya.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar itu mengatakan mekanisme terbaru dari Menteri Pendidikan bukan hambatan dana terlambat dikirimkan.
Menurut dia, yang membedakan dari perubahan itu hanya kewenangan Satker yang sebelumnya berada di Pemerintah tingkat satu sekarang diserahkan kepada pemerintah tingkat dua.
"Mekanisme penyaluran dana BOS kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu aqaknya masuk rekening Satker Pemerintah tingkat untuk selanjutnya dikirim ke Bank Bengkulu dan rekening sekolah, " urainya.
Kini, tahapan penyaluran dana BOS data Kementerian Pendidikan Nasional diserahkan kepada Kementerian Keuangan dan selanjutnya dikirim langsung ke Kas daerah kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Menurut dia, penyaluran dana BOS untuk daerah ini sudah lancar, hanya saja persoalan administrasi yang menjadi salah satu kendala dana tersebut terlambat dicairkan oleh masing-masing sekolah.
"Untuk triwulan kedua ini kemungkinan April 2011 sudah diproses dan Satker akan mempersiapkan SP2D, untuk selanjutnya bagi sekolah yang sudah menyelesaikan Surat pertangungjawaban pengunaan dana negara," katanya.
Keterlambatan BOS, justru berdampak menumpuknya hutang sejumlah sekolah dasar di daerah ini, ggar kegiatan sekolah dan proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, kepala sekolah harus mencari pinjaman.
"Kami harus mencari pinjaman uang kepada pihak ketiga dan hutang barang di beberapa foto copy," kata Kepala Sekolah Dasar Negeri 3 Kota Mukomuko Rasili Hardianto di Mukomuko.
Kepala sekolah hanya bisa berjanji melunasi semua hutang setelah dana BOS cair, dan rata-rata pengusaha foto copy yag dikenal itu bisa mengerti dengan kesulitan sekolah.
Alhasil, demi kebutuhan sekolah, kepala sekolah harus "tebal muka" untuk mencari pinjaman, jika tidak, sulit sekolah menjalankan kegiatan selama dua bulan sebelum dana BOS cair.
Terhitung sejak bulan Januari hingga Februari 2011 sekolah ini tetap melakukan aktivitas belajar mengajar dan kegiatan lain seperti biasa, tanpa dana BOS, karena dengan pinjaman secukupnya, kegiatan sekolah tetap berjalan.
Penerimaan sekolah dari dana BOS tidak semuanya bisa menutupi hutang yang teehitung selama dua bulan berjalan.
Karena setiap bulan, sekolah tidak bisa memprediksi jumlah kegiatan sekolah yang dilaksanakan.
"Sisa Hutang yang belum dibayarkan, terpaksa harus menunggu pencairan dana BOS untuk taharapan triwulan selanjutnya," ujar Rasili.
Rasili berharap pada triwulan berikutnya sekolah bisa menerima dana BOS pada bulan pertama, agar kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lainnya bisa berjalan seperti biasa.
Sekolah yang beralamat di Kelurahan Bandar Ratu itu, mendidik sebanyak 298 siswa, dibantu 21 orang guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS), Guru Honor Daerah (Honda) dua orang, guru honor murni satu orang, dan tenaga sukarela satu orang.
"Gaji Guru PNS dan Honda bukan menjadi tanggung jawab sekolah tetapi honor guru murni dibayar mengunakan dana bos setiap bulan sebesar Rp750.000," katanya.
Ia menjelaskan, kebutuhan sekolah yang dibiayai dari dana BOS seperti gaji guru honor murni, kegiatan privat dan les, kegiatan ekstra kurikuler, mengikuti kegiatan perlombaan diluar sekolah, pembelian buku, pembelian alat-alat kantor, dan untuk pembiayaan KKG dan KKS.
Kemudian, pembayaran rekening listrik dan PDAM, dan kegiatan mid semester dan kegiatan uajian sekolah dan ujian nasional.
Beban hutang juga harus ditanggung oleh Sekolah Dasar Negeri 7 Kota Mukomuko, untuk menutupi biaya kegiatan siswa, kepala sekolah harus mengeluarkan uang dari kantong sendiri.
"Dana BOS yang diterima oleh sekolah ini sebanyak Rp8.436.250 dengan jumlah siswa mencapai 85 orang, selama dua bulan ini saya yang mengeluarkan uang supaya kegiatan belajar tidak terhambat," kata Kepala Sekolah Dasar Negeri 7 Kota Mukomuko Nurhayani.
Namun, kebutuhan peralatan kantor seperti kertas dan alat-alat kantor lainnya, sekolah tetap berutang kepada beberapa foto copy di daerah ini.
Nurhayani berharap pemerintah mencari solusi supaya dana BOS bisa capat diterima oleh sekolah ini.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko Rusman Azwardi, meminta, satker Dinas Pendidikan Nasional setempat menjalankan dana dari pemerintah sesuai dengan juklak dan juknis.
Rusman, mengatakan bila uang tersebut sudah ada, sebaiknya tidak ada alasan pihak dinas menunda pencairan, agar kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lainnya bisa berjalan dengan baik.
Disamping itu, satker harus memberikan pembinaan kepada pihak sekolah supaya tidak terjadi keterlambatan membuat laporan pertangung jawaban yang berdampak terhambatnya pencairan dana sekolah yang sudah melengkapi persyaratan untuk proses pencairan.
Komisi III yang membidangi pendidikan, kata dia, akan serius dalam mengawasi setiap pelaksanaan kegiatan ang mengunakan dana BOS termasuk proses pencairan.
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai dana BOS, pihak DPRD akan memanggil dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Nasional Daerah ini.
Dana talangan
Anggota Komisi III lainnya Antonio Dale, menyarankan, pemerintah untuk menyiapkan dana talangan, sebagai alternatif jika penyaluran dana BOS mengalami keterlambatan dari Pemerintah pusat.
Disamping pemerintah pusat juga harus punya kewajiban untuk melakukan evaluasi ditingkat bawah agar kondisi riil yang terjadi dilapangan bisa menjadi tolak ukur dalam mengambil kebijakan, termasuk mekanisme penyaluran.
Politisi dari pantai pohon beringin ini mendesak supaya pemerintah setempat tidak menunda pencairan bila dana tersebut sudah berada dalam kas daerah.
Penundaan pencairan, kata dia, justru akan menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan banyak pihak, untuk itu, pemerintah dalam hal ini jangan menerapkan birokrasi harus berbelit-belit apalagi pendidikan sangat penting untuk anak-anak.
Mantan kontraktor ini juga tidak sepenuhnya sependapat dengan perubahan peraturan soal penyaluran dana BOS, karena mekanisme yang diterapkan saat ini justru melewati banyak pintu birokrasi.
"Kita tidak tahu apa indikator pemerintah mengganti mekanisme peyaluran dana BOS, tetapi dengan perubahan itu tidak semua daerah yang langsung bisa menerapkan, kemungkinan beberapa diantaranya harus mengalami keterlambatan," ujarnya.
Disamping kelancaran penyaluran dari daerah ke setiap sekolah, pemerintah pusat juga harus memberikan contoh yang baik dengan kelancaran proses pencairan dana tersebut.
Sesuai dengan juklak dan juknis setiap sekolah di daerah ini harus menyampaikan Rencana Anggaran Pemasukan Biaya Sekolah (RAPBS) agar masyarakat bisa mengawasi dan mengantisipasi penyalahgunaan BOS.
"Belum semua sekolah yang punya inisiatif untuk mengumumkan RAPBS, padahal sesuai aturan kewajiban itu harus dilakukan," kata Manejer BOS Subroto.
Masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat, kata dia, tidak perlu lagi bertanya mengenai dana BOS ketika sekolah memasang RAPBS ditempat umum.
"Semua pemasukan dana BOS dan pengeluaran di tuliskan dalam papan pengumumam, sehingga masyarakat bisa melihat langsung apakah dana yang sudah digunakan sesuai dengan fakta yang ada," urainya.
Disamping Satker akan melakukan monitoring seluruh sekolah penerima dana BOS, untuk melakukan sosialisasi dan memastikan bahwa sekolah telah memasang RAPBS.
Bagi sekolah yang tidak memasang RAPBS sesuai dengan aturan, maka akan diberikan teguran, bila tetap tidak dipasangi kemungkinan ada sangsi tegas dengan melakukan penundaan dalam pencairan.
"Pihak bank akan mencairkan dana tersebut, setelah ada rekomendasi dari tim, untuk itu, pihak sekolah harus mengikuti setiap juklak dan juknis supaya pelaksanaan BOS berjalan dengan lancar," urainya.
Sementara jumlah dana BOS yang diterima sekolah dasar negeri di daerah ini selama satu tahun mencapai Rp8 miliar, dan sekolah menengah pertama sekitar Rp3 miliar.(ANT)
Lanang Pening merupakan sebuah Blog pribadi yang menyajikan berbagai informasi tentang berita yang bersifat Lokal, Nasional dan Internasional. Serta berbagai info yang Lucu, Unik dan Menarik sebagai penambah wawasan anak negeri.
16 Apr 2011
DANA BOS UNTUK BAYAR HUTANG
TERORIS TAK SEGAN LAGI MEMBOM MASJID
Peristiwa ledakan di Masjid di Cirebon pernah dikisahkan pada zaman Sunan Gunungjati, yaitu saat tujuh orang melakukan azan bersamaan di Masjid Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan.
Begitu bunyi penggalan terakhir suara azan, sang raja jin yang bernama Megananda terlontar dari atas Memolo Masjid disertai suara gelegar membahana.
Tetapi ledakan bom bunuh diri yang mengejutkan, Jumat (15/4) siang di Masjid Al-Dzikro Mapolresta Cirebon bukanlah upaya mengusir jin seperti masa Sunan Gunung Jati, walaupun ledakan itu jug aterjadi persis saat Imam Shalat Jumat mengumandangkan Allahhu Akbar sebagai tanda takbiratul ihram.
Ledakan itu menyebabkan 28 orang menderita luka-luka termasuk Kapolres Cirebon AKPB Herukoco dan sejumlah perwiranya yang seperti baiasa shalat Jumat di masjid itu.
Ledakan itu mempunyai arti bermacam-macam tafsiran karena sampai saat ini polisi masih belum bisa mengungkap pesan sang pengebom bunuh diri.Namun dari cara pelaku yang berusaha mendekatkan diri ke Kapolresta Cirebon sebelum menekan pemicu bom menjelang mulainya shalat memberikan pesan bahwa pelaku dan jaringannya telah menyatakan perang dengan Polri.
Apalagi kesuksesan Polri yang mengungkap berbagai jaringan teroris membuat sel-sel yang lain berusaha mencari bentuk perlawanan baru, setelah sebelumnya melakukan serangan bom buku dan serangan langsung ke markas polisi yang lengah dalam penjagaan seperti terjadi di Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pola Baru
Ledakan bunuh diri dalam jamaah shalat di Cirebon menandai pola baru yang tidak lagi mengindahkan kesucian masjid dan kesucian ibadah umat Islam sehingga wajar serangan itu telah menuai protes dari sejumlah tokoh Islam.
Ketua GP Anshor Nusron Wahid mengatakan, perbuatan pelaku itu merupakan tindakan keji dan pengecut.
"Pemerintah harus bisa mengungkap aktor intelektual karena umat Islam juga terluka dengan serangan di dalam masjid ini apalagi terjadi saat tengah beribadah," katanya.
Pesan mereka jelas menantang untuk perang, karena mereka sengaja mempermalukan keamanan di Indonesia dengan menyerang kantor kepolisian.
"Kantor polisi saja bisa diserang maka bagaimana dengan tempat umum lainnya," katanya.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, pelaku peledakan bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon adalah teroris lama yang mulai berani menyerang secara terbuka.
"Pelaku teror itu masih aktor lama. Sekarang mereka sudah berani terang-terangan, mereka menyerang secara terbuka," kata Hasyim di Jakarta, Jumat.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok itu, bom bunuh diri di masjid membuktikan bahwa terorisme tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam. Mereka juga menjadikan simbol Islam sebagai target teror.
"Ini bukti yang tak terbantahkan bahwa terorisme tak identik dengan Islam dan ajaran Islam, karena mereka juga menghancurkan masjid dan aparat," katanya.
Ahmad Yani, anggota DPR dari PPP mengatakan, selain mengganggu stabilitas bangsa, bom itu juga bisa memancing tindakan provokasi dan adu domba anak bangsa. "Saya minta umat Islam tidak terpancing," katanya.
Anggota Komisi III itu juga meminta Kapolri secepatnya mengungkap kasus itu, jangan sampai jaringan kelompok itu kembali berbuat ulah menteror bangsa ini.
"Kasus bom buku saja belum bisa dituntaskan, kemudian muncul bom bunuh diri di tempat suci umat Islam. Kalau juga tidak bisa tuntas. Ini menjadi cacatan kami bagi kinerja Kapolri," katanya.
Ketua Badan Penanggulangan Teror Komjen Pol Arsyad Mbei mengatakan pelaku pengemboman Masjid Ad Dzikra memiliki hubungan dengan jaringan pelaku bom buku, namun ia belum mau terburu-buru menunjuk salah satu kelompok itu.
Ia mengungkapkan, pengeboman masjid bukanlah hal baru di Indonesia, karena pernah terjadi di Masjid Istiqlal tahun 1998 dan tahun 2000 di Masjid Agung Yogyakarta.
Kantongi Nama Pelaku
Sementara Ketua Komunitas Intejen daerah (Kominda Jawa Barat) Dede Yusuf mengatakan, sudah mengantongi nama-nama pelaku yang mempunyai kaitan dengan bom bunuh diri itu.
"Ini merupakan pemain-pemain lama yang targetnya adalah penyerang sistem keamanan negara. Mereka ingin membuktikan bisa menembus keamanan negara," katanya.
Cirebon memang sudah menjadi daerah persembunyian sel-sel jaringan teroris terbukti dengan tertangkapnya beberapa pelaku di sebuah hotel di Cirebon tahun 2003, bahkan ada pelaku bom bunuh diri di Jimabaran Bali 2005 yang berasal dari Majalengka yaitu Salik Firdaus (25).
Lima paket bom yang ternyata ikut dibawa dua tersangka pelaku pengeboman hotel JW Marriott yang ditangkap di Kota Cirebon, Rabu subuh 29 Oktober 2003, diduga kuat akan diledakkan di sejumlah pusat perbelanjaan dan hotel berbintang di Kota Cirebon.
Kemudian Iwan, warga Cibingbin, Kuningan, yang diduga kurir dana teroris kepada jaringan Noordin M Top di Indonesia ditangkap Densus 88 tanggal 16 Agustus 2009.
Sultan Kasepuhan Pangeran Raja Arief Natadiningrat mengungkapkan sudah jauh hari mengingatkan bahaya ancaman bom di Cirebon karena pada Jumat 26 Februari 2010 ditemukan bungkusan plastik "kresek" di dekat krapyak tempat sholat Sultan Sepuh di Masjid Agung Keraton Kasepuhan ternyata setelah dibuka Tim Gegana merupakan bom rakitan.
Oleh karena itu, menurut Sultan, pada tanggal 20 Desember 2010 dirinya mengirim surat yang mempertanyakan penyidikan bom tersebut dan juga memperingatkan adanya ancaman bom di Kota Cirebon.
Ia mengatakan, Kapolres Cirebon pada 14 Januari 2011 menjawab surat sultan dengan mengatakan bahwa bungkusan plastik itu berisi antara lain sebuah tiner, lima puluh butir petasan seukuran ibu jari yang disimpan di sebelah utara Mesjid Agung Kasepuhan.
Pada butir 2.c surat Kapolresta itu juga menjelaskan bahwa asal usul bahan peledak itu masih belum jelas sehubungan pelakunya belum ditemukan.
Ia menegaskan, aksi bom bunuh diri yang dilakukan ini mempunyai pesan bahwa mereka ingin membuktikan diri mampu melakukan perlawanan terhadap pemerintahan saat ini dengan menyerang langsung simbol keamanan negara.
"Ini membuktikan masih banyak teroris yang bersembunyi di kampung-kampung, dan tanggungjawab masyarakat juga untuk ikut memantau lingkungannya agar tidak disusupi pelaku terorisme," kata mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Jawa Barat itu. (Ant)
UN BUKAN HOROR YANG HARUS DIBESAR-BESARKAN
Kotabaru, Beberapa hari terakhir murid kelas III SMA dan SMP sederajat dan guru disibukkan persiapan dalam menghadapi ujian nasional.
Begitu juga dengan orangtua siswa, semuanya berkonsentrasi membantu dan memberikan dukungan moril kepada anaknya dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nasional (UN).
Untuk menghadapi UN, sejumlah SMA di Kotabaru melaksanakan persiapan ujian nasional "try out" hingga tiga kali.
Bahkan sebagian wali murid melarang anaknya untuk melakukan kegiatan yang lain sebelum mengikuti UN, mereka memfokuskan diri untuk belajar dan mengerjakan soal-soal ujian nasional yang telah lewat.
Doa bersama, sholat hajat serta membaca sholawat atau yang lainnya kerap terdengar dibaca di sekolah-sekolah beberapa hari ini, dengan satu tujuan yakni agar sekolah sukses menyelenggarakan UN, dan siswanya mendapatkan nilai baik serta lulus 100 persen.Ada sekolah-sekolah yang menghadapi UN, secara berlebih-lebihan dengan melakukan kegiatan hingga larut malam.
Hal itu dikhawatirkan justru menganggu kesehatan murid, terutama mereka yang kondisi kesehatannya lemah.
"Seharusnya persiapan yang berlebih-lebihan itu tidak perlu dilakukan, karena dikhawatirkan justru akan mengganggu kesehatan anak didik," kata Ketua Komisi III DPRD Kotabaru H Syahiduddin.
Menurut kader Partai Keadilan Sejahtera itu, jangan menjadikan UN sebuah horor yang menakutkan bagi anak didik.
Karena UN itu hal yang biasa, UN juga telah dilakukan setiap tahun sejak dahulu, bukan hal yang baru.
"Jadi tidak perlu takut dalam menghadapi ujian nasional," jelas dia.
Syahiduddin yang akrap disapa Eed itu mengajak para guru dan wali murid membantu anak-akannya agar bisa lebih rilek dalam menghadapi UN.
"UN adalah hal yang biasa dan tidak perlu ditakuti," terangnya.
Eed mengajak para guru dan orangtua wali murid untuk melakukan perubahan lebih baik dalam membimbing anak-anaknya dalam menghadapi UN.
"Kita harus mulai mencari sistem pembelajaran yang lebih efektif dan efisian, agar anak didik kita tidak perlu bersusah-payah mempersiapkan diri dalam menghadapi UN," ajaknya.
Menurut dia, agar sukses dan mendapatkan nilai terbaik dalam UN tidak dapat dilakukan secara instan/cepat, dikebut dalam beberapa malam atau lebih cepat dari itu.
Namun untuk mendapatkan nilai baik dan sukses bisa dilakukan sejak awal yakni dalam proses belajar mengajar.
Guru harus selalu mencari cara terbaik agar ilmu yang disampaikan kepada murid itu mudah diserap dan diingat, sebaliknya murid juga mencarai cara bagaimana belajar secara efektif.
"Jika semuanya sudah menemukan cara yang terbaik, maka dalam menghadapi UN siswa tidak harus diporsir untuk belajar hingga kesehatannya terganggu," terangnya.
Menyamakan UN
Persiapan ujian nasional yang dilakukan Dinas Pendidikan Kotabaru bukan hanya khusus untuk menghadapi dan mengerjakan soal-soal saja.
Tetapi Dins Pendidikan juga mulai menyiapkan keamanan dan pendistribusian soal ke kecamatan hingga kesekolah, serta pengembalian soal ke Banjarmasin.
Untuk persiapan mengerjakan soal bagi murid telah dilakukan beberapa kali "tryout".
Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Eko Suryadi Widodo MM, menyatakan, ingin memperbaiki kualitas mutu pendidikan di Kotabaru melalui peningkatan disiplin dan transparansi mulai dari murid hingga ke dewan guru.
Eko yang baru beberapa bulan dilantik menjadi kepala dinas pendidikan itu mencoba memberlakukan pertukaran pengawas "tryout' dari guru sekolah satu ke sekolah yang lain.
Guru pengawas yang betugas pada tryout di sekolah-sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sederajat di Kotabaru, diundi untuk menghindari adanya rekayasa nilai.
"Karena kami beranggapan bahwa 'tryout' ini sama dengan ujian nasional, sehingga hendaknya menghasilkan nilai yang sebenarnya, pengawas yang melakukan pengawasan di ruang-ruang belajar harus diundi atau disilang," jelasnya.
Dikatakan, pada "tryout" pertama nilai siswa SMA dan sederajat di Kotabaru angka kelulusanya hanya mencapai berkisar 3,9 persen.
Pencapaian tersebut, menurut Eko masih jauh dari harapan Pemkab Kotabaru.
Dijelaskan, UN yang dilaksanakan mulai Senin (18/4) akan diikuti sekitar 1.849 orang dari 28 buah SMA sederajat.
Meski tidak menjadi yang terbaik di Kalsel, Dodo berharap perhatian semua pihak agar nilai kelulusan dan prosentase kelulusan untuk Kotabaru jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Sementara untuk keamanan soal dari kebocoran, dinas pendidikan menitipkan soal UN tersebut ke Mapolres Kotabaru.
Bukan itu saja, bahkan dinas pendidikan bekerjasama dengan Mapolres Kotabaru untuk menjaga, mengawal dan mendistribusikan soal UN ke sekolah hingga mengembalikan lembar jawaban ke Banjarmasin.
Wakapolres Kotabaru Komisaris Polisi Joko Sulistio, mengatakan, sudah beberapa hari ini soal UN telah dititipkan di Mapolres Kotabaru.
"Hari ini (Sabtu) Polisi akan mendampingi petugas dari dinas pendidikan untuk mendistribusikan soal ke kecamatan hingga ke sekolah-sekolah di Kotabaru," katanya.
Kasat Intel Ajun Komisaris Polisi Yustinus Setio, menambahkan, polisi telah mengawal semua pendistribusian soal UN ke semua kecamatan di Kotabaru dengan menggunakan transportasi darat dan laut.
"Khusus untuk sekolah di Kecamatan Pulau Sembilan, soal didistribusikan dengan kapal/spedboat pemerintah daerah," ujarnya.
Kecamatan Pulau Sembilan sekitar 84 mill sebelah selatan Kotabaru merupakan wilayah Kotabaru yang berada di laut Jawa dan berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Timur.
Pada waktu-waktu tertentu, kapal penumpang dan kapal cargo dilarang berlayar ke daerah tersebut, karena gelombang tinggi mencapai 2-3 meter.
Sementara pendistribusian soal UN untuk kecamatan sekolah di 19 kecamatan yang lain, menggunakan angkutan umum yang dicalter.
"Semua soal telah kami distribusikan ke kecamatan-kecamatan dengan dikawal Polisi dari Mapolsek masing-masing kecamatan," jelasnya.
Selanjutnya, soal akan disimpan di Mapolsek hingga pelaksanaan UN Senin (18/4).
"Soal akan didistribusikan ke sekolah mulai Senin dengan dikawal Polisi," paparnya.
Khusus untuk sekolah di wilayah Kecamatan Pulau Utara, soal UN masih disimpan di Mapolres Kotabaru, soal tersebut akan didistribusikan ke sekolah-sekolah pada Senin dengan dikawal Polisi.
Yustinus menambahkan, Polisi bukan hanya siap mengawal dalam pendistribusian soal dan lembar jawaban saja, tetapi untuk pengawasan di kelas saat pelaksanaan ujian juga akan dilakukan apabila diperlukan. (Ant)
15 Apr 2011
MENAPAKI POPULARITAS SINGKAT LEWAT "YOUTUBE"
Menjadi terkenal lewat media dalam jaringan YouTube menjadi sebuah fenomena baru, proses menapak popularitas yang cukup singkat di era digital dengan bantuan pemberitaan televisi.
Indonesia seolah tidak kehabisan "stock" bakat, dimulai dari aksi "lipsync" Sinta - Jojo yang terkenal pada pertengahan tahun lalu, kemudian duo penyanyi akustik Audrey Tapiheru dan Gamaliel yang menembus acara musik di salah satu stasiun televisi swasta, hingga lagu "Andai Ku Gayus" yang dilantunkan Bona Paputungan.
Bahkan yang terakhir, ada nama Udin yang mempopulerkan lagu "Udin Sedunia" dan seorang anggota Polisi, Briptu Norman, yang menjadi terkenal lewat aksi "lipsync" dan joget India.
Mereka semua adalah pengguna sebuah media bernama Youtube, sebuah laman internet yang baru beroperasi sejak 14 Februari 2005.
Siapa saja dapat mengunggah konten di media populer tersebut, proses yang relatif mudah sekalipun untuk seseorang yang baru "melek internet".Sejarah Youtube
Youtube didirikan oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, ketiganya merupakan mantan pegawai PayPal, sebuah laman penyedia jasa pembayaran dalam jaringan.
Menurut beberapa media, Hurley dan Chen mengembangkan ide untuk Youtube pada awal 2005, karena mereka mengalami sulitnya berbagi video rekaman pesta makan malam di kediaman Chen di San Fransisco.
Domain internet www.youtube.com diaktifkan pada 14 Februari 2005, yang diikuti beberapa pengembangan selama beberapa bulan kemudian.
Laman internet itu tumbuh dengan pesat, dengan lebih dari 65.000 video telah diunggah pada Juli 2006, serta tingkat kunjungan mencapai 100 juta video per hari.
Menurut data yang dirilis perusahaan riset pasar, comScore, YouTube merupakan penyedia layanan video dalam jaringan yang dominan di Amerika Serikat, dengan tingkat penguasaan pasar sebesar 43 persen serta lebih dari 14 miliar video yang ditonton setiap hari pada Mei 2010.
Pada Oktober 2006, Google Inc. Mengumumkan telah mengakuisisi YouTube dengan nilai transaksi 1,65 miliar dolar AS. Singkatnya, sejak itu YouTube menjadi salah satu anak perusahaan milik raksasa internet Google tersebut.
Media dan jejaring sosial
Indonesia yang pasar internetnya sedang tumbuh pesat, tidak luput dari cengkraman media berbagi video, YouTube.
Laman perusahaan informasi internet "Alexa" menempatkan YouTube di peringkat ketujuh sebagai laman internet yang paling banyak dikunjungi oleh pengguna internet Indonesia.
Seorang wartawan senior sekaligus budayawan, Goenawan Mohamad, mengatakan penggunaan media dalam jaringan dan jejaring sosial di Indonesia sangat dahsyat.
"Bloggers di dalam bahasa Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, pengguna FB dan Twitter berkembang pesat. Padahal pelayanan internet masih malah dan tak merata," kata pria yang akrab disapa Goen itu.
Menurut dia, pengguna jejaring sosial akan makin mengapresiasi teknologi dalam jaringan tersebut.
Ia pun meramalkan tren baru mengejar popularitas melalui laman YouTube tersebut akan semakin banyak, seiring dengan perkembangan pengguna internet di Indonesia.
"Tren itu akan makin lama makin banyak, sekaligus menyebabkan cepat hilangnya ketenaran yang diperoleh dengan singkat itu," kata Goen.
"Apa yang dulu pernah dikatakan Andy Warhol, kalau tak salah, akan semakin nyata, kemashyuran lima menit," katanya.
Sementara novelis populer, Dewi Lestari, mengakui bahwa baginya pengaruh sekaligus perkembangan jejaring sosial dan media dalam jaringan sangat luar biasa.
"Bukan hanya memultiplikasi sebuah isu dengan cepat, tapi juga mulai mempengaruhi cara interaksi banyak orang," kata Dewi, yang biasa disapa Dee.
Dee mengatakan, karena sekarang telah ada "kendaraan komunikasi baru", yaitu internet, serta maraknya penggunaan jejaring sosial dan media dalam jaringan, apa pun bisa terekspos dengan intens dalam waktu yang sangat cepat.
"Apa pun itu, entah video, pemikiran, foto, isu, dan sebagainya, fenomenanya biasa dan wajar, serta pasti akan selalu sesuai dengan selera masyarakat pada saat ini, namun `kendaraannya' yang luar biasa," kata Dee yang juga merupakan penyanyi dan pencipta lagu.
"Wajar kalau internet disebut 'jalan tol informasi'. Otomatis, apa pun yang dilaluinya, baik video Keong Racun atau Briptu Norman, punya potensi terekspos secara cepat juga," katanya.
Prospek terkenal
Peluang untuk menjadi terkenal dengan memang tengah menjanjikan, namun tergantung pada keberuntungan dan bakat dari sang pelaku itu sendiri.
Ada sejumlah contoh di luar negeri seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menggunakan YouTube sebagai media kampanye, serta penyanyi remaja Justin Bieber yang promosinya lewat laman berbagi video itu.
Namun, mereka memiliki konsep yang jelas, dengan faktor pendukung yang lebih matang guna menunjang tujuan pribadinya.
Pengamat telematika, Heru Sutadi mengatakan, hal tersebut tidak lepas dari perubahan format web, dari versi web 1.0 ke web 2.0, sehingga konten laman internet tertentu bisa bersumber dari penggunanya.
"Fenomena ini tak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Video apa pun, yang unik, yang lucu bisa meledak," kata Heru, yang merupakan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dalam dalam blog pribadinya.
Faktor kreativitas dan uniknya kreasi tampaknya menjadi kunci bagi tren popularitas singkat di Indonesia, ditambah dengan pemberitaan media yang tentunya mencari daya tarik terkuat dari unsur berita.
Seperti halnya Sinta - Jojo yang mempopulerkan "Keong Racun", mereka bahkan lebih terkenal dari penyanyi lagu aslinya.
Sementara Briptu Norman Kamaru telah merasakan sensasi menjadi artis dadakan setelah tersebarnya videonya yang juga melakukan ?lipsnc? lagu Chaiyya Chaiyya milik Sharukh Khan lewat YouTube.
Ada juga kisah mantan narapidana Bona Paputungan yang menciptakan lagu "Andai Aku Jadi Gayus Tambunan" serta kelucuan ?Udin Sedunia? karya seorang pemuda bernama Udin atau lengkapnya Soaluddin, yang juga terkenal dengan mudah.
"Penentu eksistensi seseorang dalam dunia selebritis bukan keberuntungan semata, tapi juga kesinambungan, kalau tidak dijaga, sekali ngetop lantas dilupakan," kata Heru.
Sementara seorang pengguna jejaring sosial dan media dalam jaringan, Aditya Wicaksono (24), memiliki pandangan yang lebih ekstrem dengan menyebut kualitas hiburan domestik yang "itu itu saja" serta kurang mendidik, sehingga ketika kemunculan sebuah fenomena membuat orang ingin mendapatkan hiburan segar seperti yang sedang marak.
"Menurut saya proses itu hanya akan berlangsung singkat," katanya.
Namun masyarakat Indonesia sepertinya masih terus menantikan kemunculan 'artis media dalam jaringan' yang baru, sesuai dengan gigihnya penetrasi internet di seluruh pelosok nusantara.
Anda berminat untuk menapaki popularitas dengan cara singkat itu?
