google918a0c52108bf1a3.html Lanang Pening: EKSPOR BENGKULU HASILKAN DEVISA 22 JUTA DOLAR

12 Jul 2011

EKSPOR BENGKULU HASILKAN DEVISA 22 JUTA DOLAR

EKSPOR empat komoditas Bengkulu selama Juni 2011 menghasilkan devisa sekitar 22 juta dolar Amerika Serikat dari volume sebanyak 23,578 juta ton.

"Empat komoditas ekspor tersebut yakni batu bara dengan devisa sebesar 15,751 juta dolar AS, karet 4,442 juta dolar AS, cangkang sawit 850,970 dolar AS, dan biji besi 1,133 dolar AS," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu Yanuar Agus, Selasa.

Komoditas biji besi yang berasal dari Kabupaten Seluma tersebut baru pertama kali di ekspor pada Juni 2011 dengan negara tujuan China.
Sedangkan realisasi volume ekspor masing-masing komoditas tersebut pada Juni 2011 yakni batu bara 258.566 ton, karet 902 ton, cangkang sawit 17.190 ton dan biji besi 23.301.583 ton.

"Melihat realisasi tersebut bila dibandingkan ekspor pada Mei meningkat dari 266.594 ton menjadi 23,578 juta ton karena adanya penambahan komoditas biji besi," ujarnya.

Komoditas batu bara pada Juni 2011 terjadi peningkatan volume bila dibandingkan pada Mei 2011 yakni dari 248.566 ton menjadi 258.566 ton. Lalu volume komoditas cangkang sawit meningkat dari 201,60 ton menjadi 902,16 ton, sedangkan cangkang sawit menurun dari 17,826 ton menjadi 17,190 ton.

"Fluktuasi volume ekspor komoditas tersebut bergantung permintaan negara tujuan dan tingkat kebutuhan dalam negeri seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang juga membutuhkan banyak batu bara untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap sehingga harus diutamakan," ujarnya.

Nilai devisa yang dihasilkan juga berfluktuasi akibat perubahan volume ekspor komoditas tersebut yakni bila dibandingkan pada Mei 2011 maka terjadi perubahan untuk batu bara dari 15,262 juta dolar AS menjadi 15,751 juta AS. Lalu karet dari 1,056 juta dolar AS menjadi 4,442 juta dolar AS dan cangkang sawit dari 947.094 dolar AS menjadi 850.970 dolar AS.

"Komoditas batu bara sebagian besar di ekspor ke Thailand dan Filipina serta Malaysia melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu," katanya.

Sedangkan produksi karet Bengkulu sebagian besar di ekspor ke Amerika Serikat melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dan pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumatra Selatan.

Cangkang sawit sebagian di ekspor ke Thailand. Cangkang sawit yang digunakan sebagai bahan bakar diproduksi oleh PT Sanpak Jaya Marinil dan PT Panca Makmur Bersama.

"Pengapalan komoditas tersebut tidak terpengaruh oleh adanya alur pelabuhan yang dangkal seperti yang masih terjadi hingga saat ini," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT MUSRIADI (LANANG PENING)