google918a0c52108bf1a3.html Lanang Pening: "KOLANG-KALING" REJANGLEBONG DIPASARKAN KE JAWA BARAT

17 Jul 2011

"KOLANG-KALING" REJANGLEBONG DIPASARKAN KE JAWA BARAT

PRODUKSI buah "kolang-kaling" Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, dipasarkan pedagang ke Tasikmalaya, Jawa Barat untuk memenuhi permintaan pasar daerah itu pada bulan puasa.

"Kolang-kaling atau buah beluluk ini untuk memenuhi kebutuhan pasar Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memasuki puasa tahun ini. Pedagang di wilayah Jawa Barat ini juga memasarkan kolang-kaling Bengkulu hingga Jawa Timur," kata Didit (39), salah seorang pengrajin beluluk di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Minggu.
Untuk memastikan buah tersebut diolah dengan baik, kata dia para agen beluluk di Tasikmalaya mengirimkan empat tenaga khusus dari Jawa Barat ke daerah itu untuk mengolah buah aren ini hingga siap dipasarkan ke konsumen.

Para pekerja pengolah buah beluluk ini datang sejak pertengahan April lalu, dengan sistem pembayaran atas upah mereka baik untuk memasak hingga mengupas buahnya sebesar Rp2.000 perkilogram.

Buah kolang-kaling Rejanglebong cukup berkualitas dibandingkan produksi daerah lain terutama jika dibuat kolak ataupun minuman ringan untuk berbuka puasa.

Buah yang dihasilkan petani di desa-desa di Rejanglebong ini dengan harga jual Rp7.000 perkilogram. Hingga saat ini beluluk yang sudah mereka kirim ke Jawa Barat mencapai 30 ton.

Produksi buah beluluk dari Kota Curup dan desa-desa lainnya di daerah itu selain dijual ke Jawa Barat juga dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Provinsi Bengkulu, Palembang, Jambi dan Padang.
Sementara itu menurut Asep (32) salah seorang pekerja pengupas buah kolang-kaling mengatakan setiap hari dirinya mampu mengupas hingga 90 Kg, tergantung dengan besar kecilnya buah yang dimasak.

"Jika buahnya merata besar seharinya bisa sampai 90 kilogram, tapi akhir-akhir ini buahnya banyak yang kecil-kecil jadi paling bisa mengupas 40 sampai 50 killogram," kata pria yang sebelumnya bekerja di pertambangan emas di Lombok, NTB ini menjelaskan.

Menjadi pengupas buah beluluk ini tambah dia, merupakan yang pertama kali, disamping untuk mengisi waktu sambil menunggu panggilan kembali bekerja di tambang emas yang saat ini sedang kesulitan bahan baku dirinya berangkat ke Sumatra untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dia berencana akan kembali ke Jawa Barat tepat 10 hari menjelang bulan puasa nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT MUSRIADI (LANANG PENING)